Materi Batuan Sedimen


Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dalam suatu siklus sedimentasi (pelapukan-transportasi-sedimentasi-diagenesa). Hal tersebut berarti batuan sedimen terbentuk dari material yang lepas dan bahan terlaruthasil proses mekanis dan kimia dari batuan sebelumnya, dari cangkang binatang, dan sisa-sisa tumbuhan. Proses yang terlihat mencakup penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi, hasil keduanya dan transportasi kemudian memasuki proses kompaksi, sementasi dan litifikasi. Beberapa faktor yang mengontrol tebentuknya batuan sedimen antara lain Litologi Batuan (Batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf), stabilitas mineral-mineral yang ada, dan kecepatan erosi.

Mineral-Mineral Utama Pembentuk Batuan Sedimen
1. Mineral Autigenic:
Ø  Terbentuk di daerah sedimentasi dan langsung diendapkan
Ø  Contoh: Gipsum, kalsit, anhidrit, oksida besi, halit glaukonit

2. Mineral Allogenik
Ø  Terbantuk diluar daerah sedimentasi
Ø  Telah mengalami transportasi dan kemudian diemdapkan di daerah sedimentasi
Ø  Harus tahan pelapukan dan tahan terhadap pengikisan selama transportasi sampai pengendapan.

Klasifiksi Batuan Sedimen
Pettijohn (1975), O’Dunn & Sill (1986) membagi batuan sedimen berdasar teksturnya menjadi dua kelompok besar, yaitu batuan sedimen klastika dan batuan sedimen non-klastika.

Ø  Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen klastika (detritus, mekanik, eksogenik) adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil pengerjaan kembali (reworking) terhadap batuan yang sudah ada. Proses pengerjaan kembali itu meliputi pelapukan, erosi, transportasi dan kemudian redeposisi (pengendapan kembali). Sebagai media proses tersebut adalah air, angin, es atau efek gravitasi (beratnya sendiri). Media yang terakhir itu sebagai akibat longsoran batuan yang telah ada. Kelompok batuan ini bersifat fragmental, atau terdiri dari butiran/pecahan batuan (klastika) sehingga bertekstur klastika.

Ø  Batuan Sedimen Non-Klastik
Batuan sedimen non-klastika adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil penguapan suatu larutan, atau pengendapan material di tempat itu juga (insitu). Proses pembentukan batuan sedimen kelompok ini dapat secara kimiawi, biologi /organik, dan kombinasi di antara keduanya (biokimia). Secara kimia, endapan terbentuk sebagai hasil reaksi kimia, misalnya CaO + CO2 ® CaCO3. Secara organik adalah pembentukan sedimen oleh aktivitas binatang atau tumbuh-tumbuhan, sebagai contoh pembentukan rumah binatang laut (karang), terkumpulnya cangkang binatang (fosil), atau terkuburnya kayu-kayuan sebagai akibat penurunan daratan menjadi laut.

Sumber: Diktat Praktikum Geologi Dasar Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya


Komentar

Postingan Populer